SEDERHANA

DAMAI SAAT KU MEMPU MENIKMATI SEGALA KESEDERHANAAN INI, KARNA INI BERKAH DARI MU ALLAH.

konco ku kabeh

menjadikan mimpi sebagai acuan masa depan yang labih gemilang-CAYO KAWAN KAWAN.

bareng-bareng

KEEP IT STRONG BRO.

SUASANA BERSAMA

saat kebersamaan itu ada semua bisa tak terhiraukan, kawan untuk selamanya dan selamanya untuk kawan KEEP IT STRONG .

jepret lagi

TENANGKU SAAT KU MELIHAT JINGGA MU, DAMAIKU SAAT KAU MENYAPA KU DIPAGI HARI, TENANGKU SAAT KAU MENINGGALKAN KU-SUNSET.

Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

Cara Rasulullah Sambut Ramadhan

Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan.

Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya. Oleh sebab itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya.

Persiapan jasmani tersebut dilakukan oleh Rasul SAW melalui puasa Senin-Kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa puasa Senin dan Kamis.

Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasul, engkau senantiasa puasa Senin dan Kamis.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya pada setiap hari Senin dan Kamis Allah SWT mengampuni dosa setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan. Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah keduanya sampai keduanya berdamai’.” (HR. Ibnu Majah). 

Dalam kaitannya dengan puasa tiga hari setiap bulan, Rasul SAW bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari RA, “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa setiap bulan, maka puasalah tanggal 13,14 dan 15.” (HR. Tirmidzi). 

Sedangkan persiapan rohani dilakukan oleh Rasul SAW melalui pembiasaan shalat tahajud setiap malam serta zikir setiap waktu dan kesempatan. Bahkan, shalat tahajud yang hukumnya sunah bagi kaum Muslimin menjadi wajib bagi pribadi Rasul SAW.
Diriwayatkan oleh Aisyah RA yang bertanya kepada Rasul SAW mengenai pembiasaan ssalat tahajud, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah SWT, Rasul SAW menjawab dengan nada yang sangat indah, “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?”

Memasuki bulan Sya’ban, Rasul SAW meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah puasa, qiyamul lail, zikir dan amal salehnya. Peningkatan tersebut dikarenakan semakin dekatnya bulan Ramadhan yang akan menjadi puncak aktifitas kesalehan dan spiritualitas seorang Muslim.
Jika biasanya dalam sebulan Rasul SAW berpuasa rata-rata 11 hari, maka di bulan Sya’ban ini beliau berpuasa hampir sebulan penuh. Dikisahkan oleh Aisyah RA bahwasanya, “Rasulullah banyak berpuasa (di bulan Sya’ban) sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat Usama bin Zayed RA dikatakan, “Aku bertanya kepada Rasul, ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan tersebut amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah SWT dan aku menyukai pada saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa’.” (HR. An-Nasa’i).

Sya’ban adalah bulan penutup rangkaian puasa sunah bagi Rasulullah SAW sebelum berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Jika Rasul telah mempersiapkan penyambutan Ramadhan dengan berpuasa minimal 11 hari di luar Sya’ban dan 20-an hari di bulan Sya’ban, berarti untuk menyambut Ramadhan Rasulullah SAW telah berpuasa paling sedikitnya 130 hari atau sepertiga lebih dari jumlah hari dalam setahun.

Maka, hanya persiapan yang baiklah yang akan mendapat hasil yang baik, dan demikian pula sebaliknya. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mempersiapkan diri di bulan Sya’ban sehingga memperoleh hasil yang maksimal di akhir Ramadhan.

Kamis, 19 Juni 2014

5 Cara media sosial merusak kesehatan mental



Merdeka.com - Kita hidup di zaman ketika media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan lainnya menjadi bagian dalam hidup. Bagi banyak orang, media sosial bahkan menjadi bagian penting yang tak hanya digunakan sebagai hiburan melainkan sebagai perpanjangan diri mereka untuk berbagi pikiran, kenangan, dan bahkan perasaan di dunia maya. Dengan peran yang cukup besar yang diberikan pada media baru ini, banyak orang tak menyadari efek dari media sosial terhadap hidup mereka, salah satunya pada kesehatan mental. Telah banyak penelitian yang mengungkap kaitan antara media sosial dengan kesehatan mental. Berikut adalah beberapa cara media sosial bisa mempengaruhi dan merusak kesehatan Anda, seperti dilansir oleh Health Me Up (18/06). 
1. Merasa selalu kekurangan Media sosial bisa menjadi ajang pamer bagi penggunanya. Secara tak sadar kadang Anda juga pasti akan membanding-bandingkan diri dengan citra yang dibuat teman Anda di media sosialnya. Melihat orang lain lebih bahagia dan sukses dengan hidupnya bisa membuat Anda merasa serba kekurangan dan tidak sebaik mereka. Penelitian mengungkap bahwa sering membandingkan diri dengan teman di media sosial akan menyebabkan runtuhnya rasa percaya diri dan tak jarang menyebabkan stres atau depresi. 
2. FOMO FOMO (Fears of Missing Out) adalah salah satu efek dari seringnya menggunakan media sosial. FOMO merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut ketakutan akan ketinggalan informasi atau kesempatan berinteraksi. Media sosial memberikan akses yang terbuka untuk interaksi dengan banyak orang. Namun ketika penggunaan dan perannya berlebihan, seseorang akan merasa terikat dengan media sosial karena takut melewatkan kesempatan berinteraksi dengan temannya. Tak heran jika banyak orang yang merasa 'menempel' pada media sosialnya dan merasa tak nyaman jika tak mengecek media sosial setiap jam. 
3. Takut sendirian Setelah menghabiskan banyak waktunya di media sosial, seseorang akan merasa kesepian. Media sosial menawarkan interaksi yang tak terbatas. Aktif di media sosial seolah membuat Anda tak pernah sendirian dan selalu dikelilingi oleh orang yang 'memperhatikan' Anda. Karena itu, terlalu banyak menggunakan media sosial akan memicu rasa takut sendirian. Anda akan mulai sulit menghabiskan waktu sendiri dan takut merasa sendirian. 
4. Terlepas dari kehidupan nyata Banyak orang yang menggunakan identitas mereka di dunia maya dan media sosial sebagai gambaran yang ideal akan diri mereka dan kehidupan mereka. Tak jarang mereka memberikan banyak usaha pada profil di dunia maya hingga mereka sendiri terasing dari kehidupan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang semacam ini biasanya kesulitan untuk berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Mereka akan merasa canggung dan cemas, namun akan menjadi sangat nyaman ketika berinteraksi di dunia maya. 
5. Kecanduan Semua masalah di atas pada akhirnya akan mengerucut pada satu masalah yang paling berbahaya, yaitu kecanduan media sosial. Keinginan kita untuk terus log in dan menggunakan media sosial pada akhirnya akan memicu titik pada otak yang berkaitan dengan kecanduan. Tanpa di sadari Anda akhirnya akan menjadi kecanduan dan memiliki ketergantungan untuk terus menggunakan media sosial. Itulah beberapa masalah psikologis dan kesehatan mental yang bisa disebabkan oleh media sosial. Gunakan media sosial secara secukupnya dan sesuai kebutuhan Anda. Jangan sampai kegiatan di media sosial justru lebih banyak mengonsumsi waktu Anda dibandingkan dengan kepentingan di dunia nyata. Ada banyak aktivitas lain yang lebih berguna dibanding dengan 'nongkrong' tanpa tujuan di media sosial.

Selasa, 03 Juni 2014

asmaul husna


Minggu, 01 Juni 2014

konco

Kamis, 29 Mei 2014

REMPEYEK



menjual peyek berbagai macam toping seperti kacang, kedelai, teri, dan rebon. silahkan hubungi 089631659981 atau email melalui saifulanwar895@gmail.com.

PILIH PAKAI AKAL ATAU PAKAI RASA

pemilihan yang akan diadakan kurang lebih di bulan juli ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat indonesia, dalam pemilihan ini seharusnya masyarakat indonesia harus menentukan sikap harus memilih dengan menggunakan akal atau rasa, saat masayarakat indonesia memlih menggunakan akal maka pilihan mereka akan jatuh pada capres Prabowo-Hatta,


















 kenapa demikian  karena memiliki latar militer, sehingga dapat tegas dalam mengambil keputusan berani melawan. sedangkan apabila menggunakan rasa pasti banyak yang memilih Jokowi-jusuf

















kerena jokowi memiliki rasa kelembutan dalam memimpin, mana calon presidan yang mau masuk kolong selokan salin jokowi.

ya cuma itu si yang bisa saya bagi jadi tentukan pilihan kalian pilih pakai AKAL atau pakai RASA.

Jumat, 09 Mei 2014

LOOK


Rabu, 07 Mei 2014

CINTA demi ALLAH

seorang pencinta tidak memiliki apa- apa. semua yang dimilikinya, sudah ia seerahkan pada kekasih yang dicintainya. Cinta dan kepemilikan selamanya tidak akan menyatu. seseorang yang mencintai al-haqq 'azza wa jalla dan benar benar tulus mencintai-NYA(harus) menyerahkan diri, harta dan kesehatannya pada-NYA serta meniggalkan ikhtiar bagi dirinya dan orang lain. hai orang-orang yang mencintai Allah azza wa jalla, cintamu padanya tidak akan sempurna sebelum kau buntukan sema jalan, hingga hanya menyisakan satu jalan saja bagimu.



"ketika nafsu mendorong pada cinta(hawa)
maka ia menjadikan manusia besi yang dingin".

Selasa, 06 Mei 2014

ben elek