SEDERHANA

DAMAI SAAT KU MEMPU MENIKMATI SEGALA KESEDERHANAAN INI, KARNA INI BERKAH DARI MU ALLAH.

konco ku kabeh

menjadikan mimpi sebagai acuan masa depan yang labih gemilang-CAYO KAWAN KAWAN.

bareng-bareng

KEEP IT STRONG BRO.

SUASANA BERSAMA

saat kebersamaan itu ada semua bisa tak terhiraukan, kawan untuk selamanya dan selamanya untuk kawan KEEP IT STRONG .

jepret lagi

TENANGKU SAAT KU MELIHAT JINGGA MU, DAMAIKU SAAT KAU MENYAPA KU DIPAGI HARI, TENANGKU SAAT KAU MENINGGALKAN KU-SUNSET.

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

5 Cara media sosial merusak kesehatan mental



Merdeka.com - Kita hidup di zaman ketika media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan lainnya menjadi bagian dalam hidup. Bagi banyak orang, media sosial bahkan menjadi bagian penting yang tak hanya digunakan sebagai hiburan melainkan sebagai perpanjangan diri mereka untuk berbagi pikiran, kenangan, dan bahkan perasaan di dunia maya. Dengan peran yang cukup besar yang diberikan pada media baru ini, banyak orang tak menyadari efek dari media sosial terhadap hidup mereka, salah satunya pada kesehatan mental. Telah banyak penelitian yang mengungkap kaitan antara media sosial dengan kesehatan mental. Berikut adalah beberapa cara media sosial bisa mempengaruhi dan merusak kesehatan Anda, seperti dilansir oleh Health Me Up (18/06). 
1. Merasa selalu kekurangan Media sosial bisa menjadi ajang pamer bagi penggunanya. Secara tak sadar kadang Anda juga pasti akan membanding-bandingkan diri dengan citra yang dibuat teman Anda di media sosialnya. Melihat orang lain lebih bahagia dan sukses dengan hidupnya bisa membuat Anda merasa serba kekurangan dan tidak sebaik mereka. Penelitian mengungkap bahwa sering membandingkan diri dengan teman di media sosial akan menyebabkan runtuhnya rasa percaya diri dan tak jarang menyebabkan stres atau depresi. 
2. FOMO FOMO (Fears of Missing Out) adalah salah satu efek dari seringnya menggunakan media sosial. FOMO merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut ketakutan akan ketinggalan informasi atau kesempatan berinteraksi. Media sosial memberikan akses yang terbuka untuk interaksi dengan banyak orang. Namun ketika penggunaan dan perannya berlebihan, seseorang akan merasa terikat dengan media sosial karena takut melewatkan kesempatan berinteraksi dengan temannya. Tak heran jika banyak orang yang merasa 'menempel' pada media sosialnya dan merasa tak nyaman jika tak mengecek media sosial setiap jam. 
3. Takut sendirian Setelah menghabiskan banyak waktunya di media sosial, seseorang akan merasa kesepian. Media sosial menawarkan interaksi yang tak terbatas. Aktif di media sosial seolah membuat Anda tak pernah sendirian dan selalu dikelilingi oleh orang yang 'memperhatikan' Anda. Karena itu, terlalu banyak menggunakan media sosial akan memicu rasa takut sendirian. Anda akan mulai sulit menghabiskan waktu sendiri dan takut merasa sendirian. 
4. Terlepas dari kehidupan nyata Banyak orang yang menggunakan identitas mereka di dunia maya dan media sosial sebagai gambaran yang ideal akan diri mereka dan kehidupan mereka. Tak jarang mereka memberikan banyak usaha pada profil di dunia maya hingga mereka sendiri terasing dari kehidupan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang semacam ini biasanya kesulitan untuk berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Mereka akan merasa canggung dan cemas, namun akan menjadi sangat nyaman ketika berinteraksi di dunia maya. 
5. Kecanduan Semua masalah di atas pada akhirnya akan mengerucut pada satu masalah yang paling berbahaya, yaitu kecanduan media sosial. Keinginan kita untuk terus log in dan menggunakan media sosial pada akhirnya akan memicu titik pada otak yang berkaitan dengan kecanduan. Tanpa di sadari Anda akhirnya akan menjadi kecanduan dan memiliki ketergantungan untuk terus menggunakan media sosial. Itulah beberapa masalah psikologis dan kesehatan mental yang bisa disebabkan oleh media sosial. Gunakan media sosial secara secukupnya dan sesuai kebutuhan Anda. Jangan sampai kegiatan di media sosial justru lebih banyak mengonsumsi waktu Anda dibandingkan dengan kepentingan di dunia nyata. Ada banyak aktivitas lain yang lebih berguna dibanding dengan 'nongkrong' tanpa tujuan di media sosial.

Sabtu, 10 Mei 2014

Ini salah satu penyebab perokok tak mau berhenti


Ini salah satu penyebab perokok tak mau berhenti

Merdeka.com - Menghentikan kebiasaan merokok memang bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang bisa menghalangi perokok untuk berhenti mulai dari efek ketergantungan nikotin yang bisa membuat pusing hingga keinginan yang tak cukup kuat. Namun peneliti juga mengungkap adanya salah satu penyebab mengapa perokok tak mau berhenti.

Penelitian ini menjelaskan bahwa salah satu hal yang membuat perokok malas berhenti adalah kenaikan berat badan. Biasanya berhenti merokok akan memberikan efek naiknya berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berhenti merokok bisa mengalami kenaikan berat badan hingga 12 kilogram.

Selama tahun pertama setelah orang berhenti merokok, rata-rata mereka akan mengalami kenaikan berat badan mulai dari 3,6 kilogram hingga 6 kilogram. Banyak perokok yang malas melakukan terapi untuk menurunkan berat badan karena mereka tak mau mengalami kenaikan berat badan, seperti dilansir oleh Daily Mail (09/05).

Peneliti di Penn State College of Medicine di Pennsylvania menemukan hal ini setelah melakukan survei terhadap 186 perokok yang berharap untuk berhenti dan 102 perokok yang menghindari terapi untuk berhenti merokok.

Kebanyakan perokok yang mengikuti terapi untuk berhenti merokok akhirnya tak melanjutkan terapi tersebut ketika mereka mulai mengalami kenaikan berat badan. Di antara semua partisipan, sekitar 53 persen telah mengalami kenaikan berat badan ketika mencoba berhenti merokok.

"Kebanyakan perokok khawatir berat badan mereka naik seperti yang dialami perokok lainnya. Hal ini membuat mereka berhenti mencoba berhenti merokok meski sudah mengetahui manfaat besar dari berhenti merokok," ungkap Susan Veldheer dari Department of Public Health Sciences.

Peneliti menyarankan agar para terapis tak hanya menawarkan cara untuk berhenti merokok, namun juga mendampingi perokok untuk menjaga berat badan selama melakukan terapi tersebut, sehingga mereka tak khawatir jika mengalami kenaikan berat badan. Faktanya, berhenti merokok memang bisa menaikkan berat badan. Apakah hal ini akan menghalangi Anda untuk mencoba berhenti merokok?

manfaat minyak zaitun

5 Manfaat menakjubkan minyak zaitun untuk kesehatan tubuh

 Merdeka.com - Minyak zaitun berasal dari buah zaitun yang diekstrak. Minyak ini umum digunakan sebagai salah satu bahan masakan. Namun selain manfaat tersebut, ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari minyak zaitun. Berikut adalah manfaat minyak zaitun untuk kesehatan seperti dilansir dari healthmeup.com. Kesehatan jantung Minyak zaitun merupakan salah satu jenis minyak yang paling sehat karena mengandung lemak tak jenuh. Minyak ini mampu mengontrol kolesterol jahat di dalam tubuh serta meningkatkan kolesterol baik. Sehingga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kesehatan kulit Minyak zaitun mengandung anti oksidan yang bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel. Sehingga kulit Anda pun dapat terhindar dari penuaan dini. Kesehatan rambut Sebagian besar produk perawatan rambut mengandung sulfat yang dapat merampas kelembapan rambut. Namun Anda dapat mengembalikan kelembapan rambut dengan minyak zaitun. Minyak ini mampu membuat rambut berkilau kembali. Kesehatan pencernaan Minyak zaitun dikenal sejak lama dapat meningkatkan kesehatan pencernaan secara alami. Kesehatan bibir Kandungan minyak alami yang ada di dalam minyak zaitun mampu meningkatkan kelembapan bibir. Sehingga bibir Anda terhindar dari kering dan pecah-pecah. Minyak zaitun dikenal sebagai minyak ajaib yang dapat meningkatkan kesehatan Anda mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada salahnya apabila Anda selalu menyediakan minyak zaitun di rumah sebagai perawatan rumahan Anda.